Jumat, 10 Januari 2014

BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS


BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS:
PENGUKURAN, PELAPORAN, DAN PENGENDALIAN
A.    Pengukuran Biaya Kualitas
Ada beberapa atribut atau dimensi yang dapat digunakan untuk menunjukkan harapan konsumen akan suatu produk yaitu:
·         Performance,
Menunjukkan bagaimana suatu produk konsisten dalam melaksanakan fungsinya
·         Aesthetics,
berhubungan dengan penampilan atau keindahan suatu produk
·         Serviceability,
berhubungan dengan kemudahan untuk perbaikan dan pemeliharaan produk
·         Features atau quality of design,
menunjukkan karakteristik produk yang membedakan produk dengan produk lain
·         Retiability,
menjelaskan kualitas dari profitabilitas kemampuan produk untuk memberikan fungsi
selam jangka periode waktu tertentu
·         Durability,
menunjukan jangka waktu suatu produk dapat berfungsi dengan baik
·         Quality of conformance,
menunjukan bagaimana suatu produk dapat memenuhi spesifikasi yang telah
Ditetapkan
·         Fitness of use,
   menunjukan kemampuan produk untuk memberikan manfaat yang dijanjikan
Produk dikatakan berkualitas apabila memenuhi 2 hal yaitu:
  1. Mutu rancangan (quality of design)
  2. Mutu kesesuaian (quality of conformance)
Biaya kualitas adalah biaya yang muncul karena adanya aktivitas kualitas yang muncul karena rendahnya kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan atau kemungkinan adanya kualitas produk yang rendah.
Aktivitas kualitas yang dilakukan perusahaan diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu:
1. Aktivitas pengendalian yang merupakan aktivitas untuk mencegah atau   mendeteksi terjadinya produk yang kurang baik
.
2. Aktivitas karena kegagalan yang merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk merespon adanya produk yang kualitasnya rendah.

Biaya kualitas terdiri dari 4 jenis biaya yaitu:
1. Prevention cost atau biaya pencegahan adalah biaya yang terjadi dalam upaya mencegah adanya produk dengan kualits tidak baik.
2. Apprisial cost atau biaya pengukuran adalah biaya yang terjadi untuk menentukan suatau produk memenuhi karakteristik yang ditetapkan atau sesuai dengan permintaan konsumen.
3. Internal failure cost atau biaya kegagalan internal adalah biaya atau kerugian ang terjadi karena produk tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan produk belum sampai konsumen.
4. External failure cost atau biaya kegagalan eksternal adalah biaya atau kerugian yang terjadi karena produk tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan produk sudah sampai konsumen .
Biaya kualitas dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis biaya yaitu:
·         Observable quality cost yaitu bioaya kualita yang dapat diketahui jumlahnya dari catatan yang terdapat dalam system akuntansi yang digunakan perusahaan
·         Hidden quality cost adalah merupakan biaya atau krugian yang muncul karena rendahnya kualitas tetapi jumlah biaya ini tidak dapat diketahui dari catatan akuntansi perusahaan. Jumlah biaya kualitas merupakan penjumlahan baik Observable quality cost maupun Hidden quality cost. Untuk menentukan jumlah hidden quality cost diperlukan estimasi. Estimasi dapat dilakukan dengan cara berikut:
·         Multiplier method,penentuan hidden quality cost dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan mengamsumsikan bahwa total biaya kegagalan eksternal adalah biaya eksternal yang dapat diukur dikalikan dengan multiplier tertentu.
·         Market Researsh method,penentuan hidden quality cost dengan melakukan penelitian pasar.
·         Taguchi Quality loss Function,penentuan hidden quality cost dengan  mengasumsikan bahwa fungsi biaya kualitas adalah merupakan fungsi kuadrat.

B.     Pelaporan dan Penggunaan Biaya Kualitas
Biaya kualitas perlu dilaporkan agar dapat membantu manajemen dalam meningkatkan perencanaan,pengendalian ,serta pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kualitas. Terdapat 2 cara pelaporan biaya kualitas yaitu dengan Quality cost report serta Analisis.

C.    Produktivitas: Pengukuran dan Kontrol
Produktivitas adalah berkaitan dengan menghasilkan output secara efisien, dan secara khusus membahas hubungan output dan input yang digunakan untuk menghasilkan output.
Efisiensi produktif total adalah titik di mana dua kondisi terpenuhi:
1. untuk setiap campuran input yang akan menghasilkan output yang diberikan, tidak lebih dari setiap masukan yang digunakan daripada yang diperlukan untuk menghasilkan output
2. mengingat campuran yang memenuhi kondisi pertama, campuran paling mahal yang dipilih.
Pengukuran Produktivitas Parsial: Mengukur produktivitas untuk satu input pada suatu waktu.
Ukur parsial = Output / Masukan
Mengukur Produktivitas Operasional: mengukur Partial mana kedua input dan output yang dinyatakan dalam istilah fisik.
Mengukur Produktivitas keuangan: ukuran Partial mana kedua input dan output yang dinyatakan dalam dolar.

Pengukuran Produktivitas yang Berkaitan dengan Laba
Untuk periode berjalan, menghitung biaya input yang akan digunakan dalam tidak adanya perubahan produktivitas, dan membandingkan biaya ini dengan biaya dari input benar-benar digunakan. Perbedaan biaya adalah jumlah di mana keuntungan berubah karena perubahan produktivitas.
            Untuk menghitung masukan yang akan digunakan (PQ), gunakan rumus berikut:
PQ = Output Periode Berjalan / Rasio Produktivitas Periode dasar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar