Rabu, 27 November 2013

RPP AQIDAH AKHLAK KELAS V


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Madrasah       : MIN 1 Gambut
Mata Pelajaran          : Aqidah Akhlak
Kelas                           : V/1
Semester                     : (Ganjil)
Tahun pelajaran       : 2011/2012
Alokasi waktu            : 1x15 menit
A.      Standar Kompetensi: Menghindari akhlak tercela.
B.       Kompetensi Dasar: Menghindari sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa. 
C.      Indikator
1.         Menjelaskan pengertian sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa.
2.         Menyebutkan contoh dari sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa.
D.      Tujuan pembelajaran
1.         Siswa dapat menjelaskan pengertian sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa.
2.         Siswa dapat menyebutkan contoh dari sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa.
E.       Karakter siswa yang diharapkan
Rasa hormat dan perhatian (respect), ketangkasan, kecakapan, tekun (diligence), berani (courage),  dan percaya diri.
F.       Materi Ajar
Akhlak tercela
1.         Pesimis                                  2.   Bergantung
3.         Serakah                                 4.   Putus asa
G.      Metode
1.         Tanya jawab
2.         Penugasan
H.      Strategi Pembelajaran
Every one is teacher here
I.         Kegiatan belajar mengajar
1.         Kegiatan awal
-            Guru mengamati dan mengarahkan sikap siswa agar siap belajar.
-            Guru mengucapkan salam
-            Membaca doa
-            Mengecek kesiapan dan kehadiran siswa
-            Apersepsi
-            Menyebutkan bahan-bahan yang akan dipelajari
-            Menjelaskan tujuan dan manfaat mempelajari materi.
2.         Kegiatan inti
-            Eksplorasi: Guru menjelaskan materi pelajaran secara singkat dan jelas
-            Elaborasi: Bertanya jawab tentang akhlak tercela
-            Bagi kertas dan minta siswa untuk menulis satu pertanyaan
-            Kumpulkan kertas pertanyaan dan acak kertas tersebut
-            Bagi kembali kertas yang telah diacak
-            Siswa diminta suka rela membacakan jawabnya
-            Siswa yang lain dipersilahkan menambahkannya
-            Kemudian lanjut kepada siswa yang lain
-            Konfirmasi: Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran
3.         Kegiatan akhir
-            Guru memberikan penegasan dan bersama murid menyimpulkan materi ajar yang sudah dipelajari
-            Guru memberikan post test (penugasan)
-            Guru memberikan nasehat
-            Mengucapkan salam.
J.        Sumber dan Media Pembelajaran Evaluasi
1.         Sumber belajar
Buku Akidah Akhlak kelas V MI
2.         Media belajar: potongan kertas, white board, spidol, laptop, LCD dan power point.
K.      Penilaian  :
Jenis Penilaian ;
a.         Penilaian lisan yaitu penilaian yang dilakukan melalui Tanya jawab dengan siswa pada saat proses pembelajaran.
b.         Penilaian hasil yaitu penilaian yang dilakukan melalui latihan tertulis. (Bentuk Soal pilihan ganda & Isian )
c.         Penilaian proses yaitu penilaian yang dilakukan oleh guru pada saat siswa melakukan diskusi kelompok serta dari kehadiran mengikuti pelajaran.
L.       Evaluasi
1.         Apa yang dimaksud dengan pesimis, serakah, putus asa ?
2.         Mengapa kita harus menjauhi sifat bergantung?
3.         Mengapa kita harus menjauhi sifat serakah ?

 Banjarmasin, 13 Januari 2013

      Mengetahui :
Kepala Sekolah MI                                                                                         Guru



 

        NIP.                                                                                               NIP

PETA KONSEP

Bersikap atau berpandangan tidak memiliki harapan
Sifat bergantung kepada orang lain

Sikap tidak mau menerima kegagalan usaha yang dilakukannya.
Serakah disebut juga tamak yang artinya suatu sifat untuk memilik harta berlebihan tanpa ada puasnya
 








Bahan Ajar


Standar Kompetensi
-          Menghindari akhlak tercela
Kompetensi Dasar
-          Menghindari sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa dalam kehidupan sehari-hari 
Indikator
-          Menjelaskan pengertian sifat pesimis, bergantung, serakah dan putus asa.
-          Menyebutkan contoh dari sifat pesimis, bergantung, serakah, dan putus asa.
Uraian materi
A.      Pesimis
       Pesimis termasuk akhlak tercela yang harus dihindari. Pesimis adalah kebalikan dari optimis. Pesimis adalah bersikap atau berpandangan tidak memiliki harapan.
Orang yang memiliki sifat pesimis selalu dalam keragu-raguan dan merasa tidak yakin akan kemampuan diri sendiri. Jadi, orang yang memiliki sifat pesimis akan sulit untuk maju dan berkembang karena tidak berani menanggung risiko. Orang yang bersifat pesimis akan berpikir tentang kegagalan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Ia merasa bahwa dirinya tidak mampu melakukan hak tersebut sehingga tidak berhasil.
Anak yang memiliki sifat pesimis tidak memiliki semangat hidup, ia malas belajar dan berkerja berpendapaat bahwa kalaupun ia belajar terus ia tidak akan menjadi anak pandai. Maka seseorang yang telah terjangkit sifat pesimis hidupnya tidak berhasil.
Rasulullah melarang kita bersikap pesimis karena sifat tersebut menimbulkan    akibat negatif bagi hidup kita. Adapun akibat pesimis adalah :
1.      Selalu ragu dalam berbuat.
2.      Pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan baik.
3.      Tidak dapat bersaing dengan orang lain.
4.      Tidak dipercaya orang untuk melaksakaan tugas tertentu.
5.      Tidak akan mengalami peningkatan dalam hidupnya.
Sebagai seorang muslim, kita harus menghindari sifat pesimis dan membiasakan bersifat optimis. Adapun cara menghindari sifat pesemis adalah:
1.         Banyak membaca riwayat hidup dari orang-orang yang telah berhasil belajar disekolah, berhasil dalam bekerja, berhasil dalam berdagang, berhasil dalam kehidupan di masyarakat.
2.         Bertemanlah dengan orang-orang yang memiliki sifat optimis.
3.         Memperhatikan nasihat orang tua dan guru.
4.         Berdoa kepada Allah agar diberi semangat dalam menjalani hidup ini.
B.       Bergantung
            Salah satu akhlak tercela yang harus kita hindari adalah sifat bergantung kepada orang lain. Sebaliknya, kita harus menanamkan diri untuk bersikap mandiri, di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan hendaknya kita menghindari sifat ketergantungan kepada orang lain.
Sikap suka bergantung kepada orang lain akan menyebabkan kita tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri sikap ini yang harus kita jauhi. Namun, kita harus hati-hati, jangan sampai berlebihan sebab sikap  akan mengakibatkan percaya diri yang berlebihan akan menyebabkan sikap sombong.
Orang yang memiliki sifat ketergantungan hidupnya akan sensara sebab ia menggantukan  hidupnya kepada orang lain. Jika orang yang menjadi tempat bergantung telah meninggal sisinya, ia tidak akan dapat berbuat apa-apa.
Demikian yang memiliki sikap ketergantungan kepada temannya. Tentu dia tidak akan sukses atau berhasil  dalam belajarnya. Ketika ulangan atau ujian, ia akan mengalami kesulitan sebab tidak ada teman  yang diminta tolong untuk memberi jawaban.
Oleh karena itu, hindarilah sikap ketergantungan kepada orang lain. Menghindari sikap ketergantungan bukan berarti kita egois atau mementikan diri sendiri.
C.      Serakah
            Di antara akhlak tercela yang lain adalah serakah. Dalam ajaran islam serakah disebut tamak. Tamak adalah suatu sifat untuk memiliki sesuatu secara berlebihan tanpa ada puasnya. Orang yang tamak ingin memiliki harta sebanyak-banyaknya dengan cara bagaimanapun, halal atau haram. Orang itu selalu ingin memiliki harta orang lain secara tidak wajar. Misalnya menipu, korupsi, mencuri, merampok, berbuat curang,  memfitnah, mengurangi timbangan mengadu domba orang lain agar bangkrut dalam usahanya. Dengan demikian dialah sendiri yang berhasil dan untung. Sehubung dengan hal tersebut Nabi bersabda yang artinya, “serakah adalah akar pangkal tidak kejahatan.”
Seseorang yang telah terjankit sifat serakah biasanya juga kikir dan bakhil. Ia beranggapan bahwa harta yang diperoleh dengan susah payah mengapa harus diberikan kepada orang lain. Oleh sebab itu, orang yang memiliki sifat serakah enggan membayar zakat dan bersedakah. Orang yang miskin tak perlu diberi sebab hal tersebut membuat mereka malas bekerja, demikian kata mereka.
Orang yang tamak seperti itu tidak akan mendapat berkah dengan rida dari Allah. Sebaliknya, ia akan mendapat siksa dan azab dari Allah. Rasulullah melarang umatnya bersifat tamak, sebagaimana diterangakandalam hadisnya:
Rasulullah melarang sifat tamak karena pada umumnya orang yang memiliki sikap tamak hidupnya tidak beruntung. Namun sebaliknya, ia akan mendapat keburukan dan kesengsaraan. Adapun akibat buruk yang ditimbulkan dari sifat serakah antara lain:
1.      Jatuhnya martabat selaku hamba Allah.
2.      Dapat melalaikan kewajiban kepada Allah.
3.      Dapat merusak kerukunan dan kedamaian.
4.      Hidupnya tidak tenang karena tidak pernah mersa puas dengan yang ada.
5.      Mendapat siksa dan azab dari Allah.
Sebagai umat Nabi Muhammad, kita harus mengikuti ajaran-ajaranya. Diantaranya dengan menjauhi sifat tamak. Adapun cara menjauhi sifat tamak antara lain:
1.      Berusaha hidup sedarhana
Yaitu membiasakan hidup secara qanaah dengan mencukupkan apa yang ada dan mengendalikan hawa nafsu.
2.      Hindari khayalan-khayalan yang tidak berguna. Misalnya juara kelas, tetapi malas belajar, ingin kaya tapi malas bekerja.
3.      Menanamkan pada diri sendiri bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah.
4.      Banyak yang bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yag diberikan-Nya kepada kita.
D.      Putus Asa
            Putus asa termasuk akhlak tercela. Putus asa adalah sikap tidak mau menerima kegagalan usaha yang dilakukannya.
     Allah swt melarang kita umat islam untuk bersifat putus asa, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surah Yunus ayat 87 yang artinya:
            “Dan jangalah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada putus asa, melainkan kaum kafir”.
            Allah melarang kita bersikap putus asa karena pada umumnya orang yang memiliki sifat putus asa mudah melakukan tindakan tercela, seperti bunuh diri. Orang yang melakukan tindakan bunuh diri di akhirat akan disiksa oleh Allah.
            Kita sering membaca atau melihat berita baik dari televisi, orang-orang yang melakukan bunuh diri akibat putus asa. Mereka tidak tahan atau kuat dengan cobaan atau masalah yang mereka hadapi. Misalnya banyak utang, kesulitan ekonomi, tidak lulus ujian, sakit tahunan yang tidak sembuh-sembuh padahal pengobatan telah dicobanya.
Kita harus yakin bahwa bahwa betapa pun sulitnya masalah yang kit hadapi pasti akan ada jalan keluarnya. Bukannya Allah tidak  memberi cobaan di luar kemampuan makluk-Nya? Selain itu Allah berjanji akan memberikan jalan keluar kepada orang yang bertakwa kepada-Nya.
            Orang yang bertakwa kepada Allah tidak akan putus asa ketika mengalami kegagalan. Sebab ia bertawakal kepada Allah setelah berusaha dan berdoa. Ketika usahanya berhasil ia akan bersyukur dan jika usahanya tidak berhasil ia akan sabar.
Seseorang yang dalam hatinya terdapat sifat putus asa berarti orang itu ada dalam bisikan setan. Sebab setan berusaha menjerumuskan manusia ke lembah kesengsaraan. Oleh krena itu, kita harus menghindari sifat putus asa agar tidak terkena akibat buruk yang ditimbulkannya.
Adapun akibat buruk yang ditimbulkan dari sifat putus asa antara lain:
1.      Tidak adanya semangat untuk belajar ataupun bekerja.
2.      Dapat mendatangkan penyakit, baik fisik maupun penyakit jiwa.
3.      Tidak ada peningkatan dan kemajuan.
4.      Dapat menyebabkan orang bunuh diri.
Cara menghindari sifat putus asa antara lain sebagai berikut:
1.      Mengingat akan tujuan hidup.
Manusia diciptakan Allah bertujuan untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah.
2.      Mensyukuri nikmat Allah
Pada saat usahnya berhasil, sesorang muslim harus bersyukur dan ketika usahanya gagal, ia harus bersabar.
3.      Menghayati ajaran agama.
Orang yang beragama tidak akan putus asa, dia akan bertawakal kepada Allah jika usahnya gagal. Bahnkan kegagalan bisa dijadikan sebagai pelajaran yang dapat diambil hikmahnya.
4.      Tidak terlalu membahayakan dirinya.
            Orang yang membanggakan harga dirinya akan merasa malu dan tertekan hatinya pada saat usahanya gagal. Dia lebih baik mati daripada kegagalannya terlihat orang lain. Bahkan memiliki prasangka buruk kepada orang lain. Ia mengira orang lain menertawakan atau mengejeknya. Supaya kita terhindar dari sifat putus asa hendaklah kita menghindari keempat sikap diatas dengan selalu bertawakal kepada Allah dalam setiap usaha yang kita dilakukan.


Pilihan ganda
1.      Apa arti dari sifat pesimis?
a.       Percaya diri                                   c. Putus asa
b.      Ragu-ragu                                                 d. Fasik
2.      Apa lawan dari sifat serakah?
a.       Tamak                                           c. Boros
b.      Fasik                                              d. Dengki
3.      Apa akibat buruk yang ditimbulkan dari sifat putus asa, kecuali...?
a.       Tidak adanya semangat untuk belajar ataupun bekerja.
b.      Dapat mendatangkan penyakit, baik fisik maupun penyakit jiwa.
c.       Tidak ada peningkatan dan kemajuan.
d.      Memiliki semangat untuk belajar ataupun bekerja
4.      Bagaimana cara menghindari sifat serakah?
a.       Menanamkan pada diri sendiri bahwa rezeki tidak datang sendiri.
b.      Menanamkan pada diri sendiri bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah.
c.       Banyak-banyak menghamburkan uang
d.      Mengurangi timbangan mengadu domba orang lain agar bangkrut dalam usahanya
5.      Sikap suka bergantung kepada orang lain akan menyebabkan?
a.       Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri
b.      Percaya kepada diri sendiri
c.       Disukai banyak orang
d.      Memiliki semangat yang tinggi

Isi titik-titik
1.    Sifat tercela harus kita...
2.    Lawan dari sifat pesimis...
3.    Orang yang memiliki sifat pesimis maka akan...
4.    Contoh dari sifat putus asa...
5.    Orang yang memiliki sifat serakah maka ia akan...
Essay
1.      Apa yang dimaksud dengan pesimis, serakah, putus asa ?
2.      Mengapa kita harus menjauhi sifat bergantung?
3.      Mengapa kita harus menjauhi sifat serakah ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar